My Blog List

Wednesday, 22 January 2014

Kisah dengan Abang Johan

Ini adalah kisah nyata yang benar benar terjadi dalam hidupku. Bagi yang belum kenal atau belum pernah membaca cerita ku bagian pertama, namaku Felix Indonesian Chinese yang tinggal sendirian di rumah kosong milik pamanku di daerah Daan Mogot Jakarta barat. Saat itu aku sudah bekerja di salah satu perusahaan garment yang main core business nya adalah produk celana dalam pria. Kantor ku di daerah Jakarta kota. Aku bekerja sebagai art designer untuk beberapa brand diantaranya license brand untuk baju anak anak seperti Disney dll, selain celana dalam pria itu sendiri sebagai home brand. Kejadian ini berlangsung saat setiap pulang kantor jam 6 an sore, aku langsung mandi dan membeli makan di depan kompleks. Karena aku tinggal sendiri jadi tidak ada yang memasak untukku, maka tiap hari aku selalu beli makanan di luar. Nah, setiap aku selesai beli makan sekitar jam 6.30an, saat sekitar aku kembali dari warung ke rumahku, di depan rumahku selalu lewat seorang cowo pribumi dengan tinggi badan sekitar 165cm dan tubuh yang berotot padat berisi dan nikmat untuk dikenyot. Khihihi… keliatannya sih begitu. Karena penasaran, setiap malam abis beli makan aku tidak langsung makan makananku, tapi selalu nunggu di depan pagar untuk melihat target ku itu. Benar saja, tiap malam sekitar jam segituan selalu dia lewat depan rumahku. Hmm.. diam diam kuperhatikan, sexy juga loh. Kadang dia lewat depan rumahku sambil telanjang dada dengan kaosnya digantung di pundaknya. Mungkin kepanasan kali di bus. Kadang dia jalan sambil mengangkat kaosnya setengah dada. Lalu suatu hari aku memberanikan diri untuk menjeratnya dalam perangkap ku. Sudah kusiapkan semua. Lalu aku menunggu saat saat dia lewat depan rumahku. Begitu kulihat dia lewat, langsung aku keluar rumah dan mengunci pintu pagar lalu mengejar dia dari belakang. Wah, jalannya cepat juga yah. Sampai dia sudah berbelok ke gang berikutnya baru aku berhasil mengejarnya. Lalu kupanggil “mas, mas” “iya, kenapa?” tanyanya. “tinggal dimana mas?” tanyaku basa basi. “oh di belakang situ, kenapa?” “oh, ga papa, mas mo ikut casting model celana dalam cowo ga?, saya liat badan mas bagus bentuknya” jurus pertamaku. “ahh, pendek gini siapa yang mau jadi model?” balasnya. “yah, namanya juga iklan celana dalam, yang penting kan bentuk badan mas, ga penting itu tinggi apa ngga” pancingku. “coba aja yah, Cuma casting doang kok, mas tinggal buka baju semua, kasi liat bentuk badan yang bener2 polos alias bugil sekalian divideo in sama saya. Tujuannya Cuma buat kasi liat kalo mas ga punya tato di badan” reaksiku melancarkan serangan. “ahh, ga ah, kaku saya” dia mengelak. “yah, coba dulu deh, tar saya bantu, ok?” tutupku yakin dia akan terjebak. “oke deh, saya coba tapi saya pulang dulu yah mandi bersih bersih” “ga usah, mandi tempatku aja” tutupku. Oke, akhirnya dia seperti kerbau yang ditusuk hidungnya, mengikuti kemauanku. Kami berjalan ke arah darimana kami datang lalu menuju rumahku. Semua sudah kusiapkan. Aku perlihatkan gambar gambar model celana dalam itu yang aku peroleh dari kantorku. Haha… berguna juga nih. Pikirku dalam hati. “mas tinggal buka baju semuanya supaya keliatan kalo ada tato apa ngga, trus sambil saya videoin trus mas pegang kertas yang ada tulisan nama mas, umur dan tinggi berat badan sambil mas bacain semuanya yang di kertas itu dengan suara yang jelas oke?” jelasku panjang lebar. “oke, saya coba yah, tapi mandi dulu biar bersih” balasnya. “oke” jawabku sambil menyalakan lampu kamar mandi dan mempersilahkannya memakai kamar mandi ku. Setelah dia bersih bersih sekitar lima menitan, lalu dengan bugil dan kontolnya yang masih layu itu tergantung bergoyang goyang ke kiri kanan seiring dia berjalan keluar dari kamar mandi dan menghampiriku. Aku menarik nafas dalam dalam menahan gejolak birahiku. Haha… kontol di depan ku sekarang. Puas rasanya melihat kontol itu meski masih layu. “nama mas siapa, umur, tinggi berat badan?” tanyaku spontan. “johan, umur 24, tinggi 170 centi, berat 65 kilo” jawabnya. “170centi mah setinggi saya dong tingginya” protesku sambil menuliskan angka 165 ke kertas itu. Lalu kuberikan kertas nya sambil menyalakan kamera video hapeku. “siap siap, latihan dulu coba pertama bacain semua yang ada di kertas itu mulai dari nama, umur, tinggi, berat trus abis itu muter badannya” perintahku. Lalu beberapa kali ia mencoba namun ia tidak merasa puas, baru menyebutkan nama sudah minta ulang. “oke, mulai lagi” perintahku sambil camera video ku standby menangkap gambar kontolnya. Setelah beberapa kali mencoba akhirnya dia merasa cukup. Ya sudah, kami menyelesaikan tahap pertama casting ini. “nah, sekarang tahap kedua, mas harus berpose duduk di sofa sambil tetep bugil trus pose yang paling bagus yah” perintahku lagi. Lalu dia mulai mencari cari posisi yang menurutnya keren. Aku tertawa dalam hati sambil memperhatikan kontolnya yang tergantung bebas itu. “mas, kontolnya dikocok dikit biar keliatan gedean” perintahku. Lalu ia mulai mengocok kontolnya perlahan lahan dan setelah beberapa pose, kontolnya itu sedikit ngaceng. “mas, kontolnya ga bisa digedein lagi, biar menantang gitu loh” pancingku. “ga enak, malu” jawabnya polos. “sini saya bantu kocok” sambil mengarahkan tanganku langsung ke selangkangannya dan mengambil daging panjang coklat itu dari selangkangannya. Hmm… aku kocok pelan pelan lalu dia merasa keenakan sambil melepaskan tangannya sendiri dari kontolnya. Sehingga aku bebas memainkan kontolnya. Lama kelamaan dia mulai terbuai dengan permainan kocokan ku. Lalu semakin membesarlah batang kejantanannya itu. Membesar dan mengeluarkan urat uratnya, berdenyut denyut siap memuntahkan lava panas berwarna putih kental keluar. Hingga akhirnya mas Johan itu tidak bisa lagi menahan puncak birahi lelakinya sehingga lava putih kental hangat itu benar benar muncrat dari lubang kepala kontolnya. Sejak saat itu kami sering mengulang kejadian itu, namun semakin sering kami melakukannya, semakin cepat ia ejakulasi. Sampai sampai dia harus ejakulasi dua hingga tiga kali untuk mengimbangi permainan ku. Ternyata saat pertama kali aku menjebaknya, dia sudah tau kalo itu hanya permainan akal akalanku saja untuk mendapatkan tubuhnya, belakangan ia baru mengakui kalo ia sudah mencium gelagat maksiatku sejak pertama kali bertemu. Namun karena ia juga suka melakukan itu, maka ia menurut saja. Itu pengakuannya!

No comments:

Post a Comment