My Blog List

Saturday, 13 March 2010

Toro - Anak Majikan - 3

(”Udah Bang..., Toro ngantuk Bang... Bang Amir juga bobo yaa...” katanya setengah mengantuk). (Aku tidak ingin memaksa.)

Esok paginya, Toro berangkat sekolah seperti biasa dengan kendaraan antar jemput. Tapi sepanjang hari aku tak dapat berkonsentrasi karena pikiranku terus tertuju pada Toro dan pengalaman pertama kami tadi malam.

Ketika Toro pulang sekolah siang itu, rasanya aku tak sabar ingin mencurahkan kerinduan yang hebat ini pada Toro sehingga setiba dirumah aku segera mengajak Toro kedalam kamar.....

Ehh....!, Toro sepertinya sudah tahu dan langsung mengerti keinginanku.

Toro sama sekali tak menolak saat aku membaringkan dia diatas kasur dan astaga....!, entah karena lugu atau apa, tapi dia juga patuh saja saat aku melucuti semua pakaiannya sampai dia telanjang bulat.

Wah...!, tubuh atletis Toro seakan berkilauan dan memantulkan cahaya keemasan dari sinar matahari sore itu. Pemuda itu masih juga polos dan tubuhnya ditumbuhi bulu2 halus memanjang dari arah kemaluannya, naik ke bawah perut, dan tersebar di dadanya. Posisi berbaringnya yang menyamping memperlihatkan lipatan pantat yang benar-benar menggemaskan. Garis-garis tegas menandai kebundaran dan kekenyalan pantat remaja lelaki. Bola-bola cahaya seakan mengambang di atas kemontokan bokong remaja itu.

Tanpa kusadari, aku langsung merasa terangsang oleh pertunjukkan alam ini. Suhu tubuhku meningkat dengan datangnya rangsangan birahi yang bergejolak. Keringat dingin mulai menetes dari keningku. akupun mendekat ke arah di mana Toro tergeletak dengan segala daya tariknya .

Seperti ditarik oleh magnet yang berdaya tinggi, aku mendekat ke arah pantat Toro, kemudian menciumi lubang analnya yang sedikit terbuka, dengan tangan aku membelah celah pantatnya itu. Langsung aroma lubang dubur Toro menyergap hidungku.

Ooooohhh... aku sungguh terangsang. Aku meletakkan kedua tanganku sedemikian rupa sehingga membuka belahan pantat yang paling rahasia dari tubuh laki laki itu.

Tak sabar, kudekatan wajahku ke tengah dubur Toro, menghirup bau pekat yang merangsang lalu dengan mesra aku segera memberikan kecupan pertamanya di sana dan selanjutnya kujilati lubang anal Toro .. Ah, aroma yang sangat merangsang. Wewangian lezat yang tak tertandingi!” pikirku.

Toro langsung kaget....

”Jangan Bang....kotor...., jangan.... “

“Nggak papa kok Tor... Bang Amir Amir pengen banget bersihin pantat Toro.... pasti Toro suka deh....” aku maksa supaya dia tetep tenang.

”Tapi itu lubang buat beol Bang...., jangaaaaannn...”

Tak peduli dan lidahku mulai maenin lobangnya lagi...., ternyata Toro langsung merasa keenakan dengan jilatan lidahku.... terbukti kedua pahanya malah diangkat sendiri semakin lebar dan tangannya mulai pegang kepala aku dan rambut aku dijambak sekuat2nya Akupun segera menyapukan lidah hangatku dalam bentuk lingkaran-lingkaran kecil dibibir dubur Toro. Mulai dari sekeliling garis pembelah tersebut, hingga perlahan memfokuskan diri pada liang kenikmatan Toro yang sempit itu

”Aaaggggghhhh...”

Toro mengerang enak dan penis Toro langsung bergerak membesar dan makin ngaceng

Disinilah, saat wajahku sibuk di lobang anal Toro dengan lidah yang menjilat-jilat dan dan bibir yang menyedotnya, Toro mengerang tak sadar, merasakan jilatan yang merangsang lubang duburnya. Dan kini lidah dan bibirku terus menjilat dan menyedot.

Kedua tanganku menggapai-gapai bokong, pinggul dan dada Toro.. Hidungku menghirup semua aroma Anal Toro, bibirku menggigit kecil kemudian menyedot, lidahku melumuri lubang dubur Toro hingga menjadi kuyup.

Eeh, dasar remaja yang masih lugu..., mendadak Toro menghentikan aku:

“Bang, Toro ke kamar mandi dulu, mau pipis..., pipis betulan”

Oohh, jilatan lidahku pada lubang anus rupanya merangsang syaraf penis Toro sehingga dia ingin kencing...

Entah karena sedang dimabuk birahi yang begitu menggelora, maka manakala kudengar Toro mau kencing, yang kurasakan justru kehausan yang amat sangat. Aku justru ingin minum. Aku jusrtu ingin mereguk dan minum air kencing Toro. Gila!.

Tanpa berfikir dua kali aku langsung meraih penis Toro yang mulai kearah bibirku :

“Ayo, Toro kencing ke dalam mulut Bang Amir aja” pintaku.

“Jangan Bang jijik, di kamar mandi aja”

“Abang tidak jijik To”

Toro ragu2..., Walaupun dia masih muda, polos dan lugu, tapi dia tidak bodoh!. Toro tahu tidak pantas kencing ke mulut orang...., Toro tidak tega mengencingi aku, tapi aku memaksa.. :

“Gak apa2 Toro, kencingi Abang aja, Abang rela minum air kencing Toro...”

Aku terdengar mengemis....

Ya, aku menghendaki Toro memuncratkan air kencingnya ke mulutku. Aku pengin merasakan, bagaimana semprotan hangatnya menyiram langit-langit mulutku. Aku pengin merasakan rasa urine dan air kencing Toro di lidahku. Aku pengin merasakan bagaimana kemaluan Toro dalam mulutku saat air kencingnya terpompa keluar dari batang kejantanannya, menggelontor masuk kedalam mulutku.

Toro tidak tega menolak,

”Maaf ya Bang” katanya dan kemudian

”Ooooogghhhh...”

Dengan iringan teriakan histeris yang keluar terbata-bata dari mulut Toro, akhirnya sebuah kedutan besar menggoncang rongga mulutku. Cairan encer panas luber menggelontor dari penis Toro dan menyemprot-nyemprot langit-langit mulutku. Tak henti-hentinya. Entah berapa banyak yang diikuti dengan aroma amoniak kencing hangat. Mulutku langsung penuh. Terlintas rasa jijik. Aku ingin muntahkan apabila guyuran kending itu habis. Tetapi ternyata itu lain dengan apa yang terlintas dalam benak, nafsu dan tingkahku

Dan astaga!, tak diduga mengencingi mulutku ternyata membangkitkan erotisme yang hebat terhadap Toro!.

Mendadak. Tangan Toro meraih dan menekan kepalaku untuk lebih menghunjamkam penisnya semakin masuk ke dalam mulutku dan bersamaan dengan makin penuhnya air kencing Toro di mulutku, seperti saat seseorang mencekoki air minum bervitamin pada anaknya, aku dipaksanya menelan semua air kencing yang tumpah dalam mulutku.

Aku gelagapan dan hanya punya satu pilihan agar tidak tersedak. Kutelan semua cairan encer itu.

Uhh... uh.. uh... Toro... Kamu berani benar sih...

Sesudah yakin semua air kencingnya telah tertelan dan mengaliri tenggorokanku Toro lepaskan pegangannya dikepalaku. Aku langsung menarik nafas panjang.

Aku pandangi Toro. Aku heran dengan perilaku beraninya itu.

Sesungguhnyalah aku tak begitu kecewa. Bahkan aku merasakan, betapa air kencing Toro sangat segar dan nikmat rasanya. Rasanya mengingatkan pada kelapa muda yang sangat muda. Kukatakan pada Toro apa yang kurasakan.

”Bang, Gue minta maaf kencingin Bang Amir”

”Tidak apa2”

"Bang Amir suka minum kencing Toro ya..?.”

Aku mengangguk seperti anak kecil pada ayah yang memarahiku, tapi aku yakin air kencing Toro adalah, hormon, bersih, bervitamin dan sehat..

Air kencing itu protein juga, pikirku

Sesungguhnya, aku bukannya menyukai air kencing atau suka dikencingi oleh Toro..., yang barusan kulakukan hanyalan bagian dari fantasi seksual yang timbul begitu saja...., ada erotisme sensual saat remaja lelaki itu menyodorkan penisnya dan menggelontorkan air kencing kedalam mulutku.....

Ya, hanya sekedar fantasi sekssual...

Didalam fantasiku air kencing Toro bukan sekedar kuminum biasa, tapi dengan jiwa ragaku. Ectase! Suatu kenikmatan rohani. Aku bagaikan melepaskan nyawa ke nirwana, ke surga, saat hangatnya air kencing Toro pujaanku mengalir melalui bibir, mulut, lidah dan ke kerongkonganku.

Setelah Toro puas mengencingi aku, giliran aku yang ingin berharap air mani Toro muncrat dari alat kelelakiannya.

Aku sangat haus untuk segera meminum sperma panasnya. Aku lumat-lumat penis Toro dengan sepenuh perasaanku dengan harapan bisa secepatnya merangsang Toro agar rela menghadiahkan semprotan spermanya.

Senjata kelelakian Toro kuperosokkan dalam-dalam ke mulutku hingga menyentuh tenggorokkanku. Aku mengerang, mendesah sambil bergumam meracau. Tanganku juga ikut mengelusi batangnya kekar dan keras itu. Sesekali lidah dan bibirku menjilati batangnya hingga ke pangkal dan bijih pelernya, sampai akhirnya tubuh Toro berkelojotan

”Ooooooggghhhhh....”

dengan teriakan Toro menggelontorkan sejumlah besar cairan pejuh kedalam mulutku, memuaskan dahagaku akan kesegaran air mani lelaki remaja..

Sedot-lah pejuh kekasihmu, minumlah pejuhnya!, jilat keringatnya dengan ragamu!, dan reguk lendir sperma dengan segenap jiwamu!. Indah dan nikmat sekali!.

Kupeluk Toro 'Enak gak?, Toro suka kontolmu kuhisap?' tanyaku nakal.

”Hmmmm... Bang. Enak sekaliiihhhh Bang katanya masih sambil tergetar.

Aku maklum karena ini adalah masih bagian dari pejuh perjaka pertamanya, klimaks pertama seperti aku dulu merasakan pada saat aku pertama diisep oleh buruh tetangga di kampungku, PAK JOKO..

Itulah malam awal sejarah yang mengukuhkan hubungan percintaan terlarang antara seorang pria dewasa dengan seorang pemuda yang masih remaja, antara anak majikan dengan tukang kebunnya..

---------------------

Sejak dua kejadian itu, aku nampaknya benar-benar jadi terobsesi pada Toro dan berusaha mengulangi perbuatan itu sekali lagi, dan lagi, dan lagi dan hampir setiap ada kesempatan.

Entah kenapa aku makin sering saja ingin ngisep kemaluan Toro dan menyusu cairan pejuh dia.

Apa mungkin ketika aku masih bayi, ibuku kurang memberi aku ASI?, Sehingga aku selalu kehausan mendamba guyuran pejuh Toro. Bahkan aku juga memuja2 lubang duburnya yang selalu kujilati dan kuhisapi dengan sepenuh hati dan jiwaku.

Toro tak pernah menolak segala bujukan dan kecabulanku, mungkin karena dia sendiri pasti mulai merasakan kenikmatan dan kepuasan jasmaniah yang kuberikan kepadanya.

Tapi walau Toro terbilang masih remaja kecil, jauh di alam bawah sadarnya dia mungkin merasa bahwa perlakuanku adalah perbuatan yang salah dan tak wajar dilakukan oleh seorang tukang kebun yang sudah dewas terhadap anak majikan yang masih remaja yang sama berjenis kelamin sejenis, sehingga ditengah deraan kenikmatan dan sedotan mulutku terkadang Toro merintih:

”Kenapa Toro jadi begini Bang?, kenapa Bang Amir buat Toro enak begini Bang?”

Mungkin karena seringnya Toro kucumbui dan kuisep, aktifitas hormon kelelakian Toro meningkat drastis dalam beberapa minggu terakhir!!.

Kuperhatikan ukuran penis Toro berkembang pesat sampai keukuran yang termasuk fantastis, makin besaaaar, makin panjaaaang dan makin kerasssss.

Bulu bulu halus di sekujur tubuh Toro terlihat bertumbuhan makin subur dan menyeruak lebih lebat. Dan Toro rupanya terlahir sebagai laki laki perkasa. Kantung pelirnya terus menerus berproduksi seperti pabrik alami yang menghasilkan berliter liter lendir sperma yang sepertinya tak pernah habis untuk memuaskan napsu dahagaku.

(Bersambung)

2 comments:

  1. SETIA... mungkin dalam gay sulit untuk hal 1 ini. tapi bukan hal mustahil. pencarian gay kebanyakan memang identik dg Sex. bukan seorang gay dak punya hati, tapi separuh dari mereka, harus bilang lelah banyak bilang cinta, selalu b'akhir kecewa!
    banyak sekali, dari mereka meniatkan pacaran, kalo dihitung hari paling juga cuma bertahan 2-3bulan saja. kenapa? intinya keinginan awal dari seseorang itu adalah sekedar tuk melampiaskan sex! bukan kebutuhan hati...
    jadi saatnya peka membedakan & menilai dari seseorang yg akan menjadi calon pasangan anda. jangan terlena liat fisik & omongannya!
    jujur dari saya sendiri, sempat menjalani hubungan 3tahun. & kalaupun memang sama2 suka & sayang, itu berasa. tidak akan timpang dalam perhatian. tidak perlu harus mengejar & dikejar. pasti saling! walaupun itu terjadi Long-distance. tapi ada rasa bangga kita merasa bisa dicintai orang, tanpa harus mengeluarkan rupiah!
    dia seorang duda!
    *
    tapi sekarang sudah putus sih, sedang cari2 lagi. yg berbobot lah omongannya!
    & saya mengakui jika saya kurang tertarik tuk menjalin hubungan dengan mereka yg usia dibawah saya (ABG/Brondong). saya menyukai sosok pria dewasa!
    mereka jauh lebih bisa buat adem suasana hati...
    I'm 27yo +62856 64600 785

    ReplyDelete